Bagaimana Keyakinan Bekerja?

Apa pengaruh keyakinan terhadap impian dan cita-cita?
Apa peran keyakinan dan bagaimana keyakinan bekerja?

1. Keyakinan menentukan jarak antara kita dan tujuan.

Dia yang berkata, “saya tidak yakin” sedang memanjangkan jarak itu, dan dia yang berkata, “saya yakin” sedang memendekkannya.

Tuan A dan Tuan B adalah dua orang baik yang bertemu karena suatu urusan. Tuan A adalah orang baik yang berkeyakinan baik. Tuan B adalah orang baik yang di dalam keyakinan baiknya terselip keyakinan yang buruk.

Tuan A dan Tuan B, berjalan bersama di suatu trotoar. Keduanya melintasi sebuah toko yang terlihat lengang. Di dalamnya tidak ada pengunjung dan penjaganya juga tak ada di sana, mungkin sedang makan siang atau mungkin sedang ke belakang. Di toko itu banyak dipajang barang-barang bagus yang menarik hati.

Tuan B tiba-tiba berkata, “Jika kita sambar beberapa barang, pasti tidak ada yang melihat kita. Yuk, mari kita lakukan!”

Tuan A tanpa pikir panjang berkata, “Tidak. Saya tidak mau melakukannya.”

2. Keyakinan menghemat proses berpikir.

3. Karena menghemat berpikir, keyakinan mempercepat keputusan dan tindakan.

4. Karena menyegerakan keputusan dan tindakan, keyakinan menyegerakan tercapainya tujuan.

Tuan A dan Tuan B mungkin sama-sama berakhir pada kebaikan, atau mungkin sama-sama berakhir pada keburukan, atau keduanya mungkin akan berpisah jalan.

5. Keyakinan yang kuat mempengaruhi keyakinan yang lemah. Jika sama-sama kuat, dua macam keyakinan tak bisa disatukan. Keyakinan menuntut ketegasan pilihan.

Unduh/Cetak

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • Digg
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

March 5, 2012 - Jakarta, Indonesia - Ikhwan Sopa